Welcome To My BLOG

WELCOME TO MY BLOG
Diberdayakan oleh Blogger.

TUGAS 1 KELOMPOK SOFTSKILL "PSIKOLOGI MANAJEMEN"

PSIKOLOGI MANAJEMEN

TUGAS 1


Disusun Oleh :

Endah Puji Astuti (13514568)

Jessica Phoibe (15514649)

Nur Rohmah Aprilia (18514185)

Nur Amalia (18514138)

Wahyuningtyas Gharnisya (1C514171)


3PA19

UNIVERSITAS GUNDARMA 
FAKULTAS PSIKOLOGI 
2016/2017







I.                  PENDAHULUAN

Pada tugas ini, kami akan membahas tentang apa itu psikologi manajemen. Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini perilaku manusia sangat diperlukan mencapai suatu tujuan. Perilaku yang baik akan memunculkan semangat dan motivasi pada manusia. Ada hal-hal yang mempengaruhi perilaku seseorang diantaramya faktor internal yaitu dalam diri manusia dan faktor eksternal yaitu faktor lingkungan.
Dalam makalah ini, kami akan menjelaskan tentang definisi psikologi manajemen, organisasi, definisi komunikasi, dimensi-dimensi komunikasi, definisi pengaruh, kunci-kunci perubahan perilaku, bagaimana mempengaruhi orang lain berbagai model, dan apa itu wewenang.

II.               PEMBAHASAN
1.    Psikologi Manajemen
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau memanage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

2.    Organisasi
Robbins (1996) menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diindentifikasi, yang bekerja atas dasar relatif, terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
 3.    Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah aktivitas kompleks yang melibatkan seseorang mengirimkan informasi kepada ke orang lain. Kompleksitas ini melibatkan bagaimana pengirim perlu mengetahui kebenaran interpretasi penerima pesan, sejauh mana pesan tidak hanya sekedar diterima tetapi juga dimengerti, sejauhmana unsur media dan noise ikut berperan dalam kebenaran interpretasi pesan (Smith, 2003).

4.    Dimensi-dimensi Komunikasi
1)        Komunikasi Internal
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan bawahan, antara sesama bawahan, dan lain sebagainya. Komunikasi internal lazim dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.         Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah (komunikasi dari pimpinan kepada bawahan) dan dari bawah ke atas (komunikasi dari bawahan kepada pimpinan).
b.         Komunikasi horizontal atau lateral, yaitu komunikasi antara sesame seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer kepada manajer, dan lain sebagainya
2)        Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi.
a.       Komunikasi dari organisasi kepada khalayak, komunikasi ini dilaksanakan umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada hubungan batin. Komunikasi ini dapat melalui berbagai bentuk, seperti: majalah organisasi, press release; artikel surat kabar atau majalah; pidato radio; film dokumenter; brosur; leaflet; poster; konfrensi pers.
b.      Komunikasi dari khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan dan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Komunikasi merupakan hal yang mengikat kesatuan organisasi. Komunikasi membantu anggota-anggota organisasi mencapai tujuan individu dan juga organisasi, merespon dan mengimplementasikan perubahan organisasi, mengkoordinasikan aktivitas organisasi, dan ikut memainkan peran dalam hampir semua tindakan organisasi yang relevan.

5.      Pengertian Pengaruh
Pengertian pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:849) yaitu daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan dan perbuatan seseorang 

6.      Kunci-kunci Perubahan Perilaku
Menurut WHO, yang dikutip oleh Notoatmodjo (1993), perubahan perilaku dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu : 
1)      Perubahan alamiah (natural change), ialah perubahan yang dikarenakan perubahan pada lingkungan fisik, sosial, budaya ataupun ekonomi dimana dia hidup dan beraktifitas. 
2)      Perubahan terencana (planned change), ialah perubahan ini terjadi, karena memang direncanakan sendiri oleh subjek. 
3)      Perubahan dari hal kesediaannya untuk berubah (readiness to change), ialah perubahan yang terjadi apabila terdapat suatu inovasi atau program-program baru, maka yang terjadi adalah sebagian orang cepat mengalami perubahan perilaku dan sebagian lagi lamban. Hal ini disebabkan setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbeda-beda.
Tim ahli WHO (1984), menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan pokok, yaitu

  •       Pemikiran dan perasaan
Bentuk pemikiran dan perasaan ini adalah pengetahuan, kepercayaan, sikap dan lain-lain. 

  • Orang penting sebagai referensi
Apabila seseorang itu penting bagi kita, maka apapun yang ia katakan dan lakukan cendrung untuk kita contoh. Orang inilah yang dianggap kelompok referensi seperti : guru, kepala suku dan lain-lain. 

  •       Sumber-sumber daya
Yang termasuk adalah fasilitas-fasilitas misalnya : waktu, uang, tenaga kerja, ketrampilan dan pelayanan. Pengaruh sumber daya terhadap perilaku dapat bersifat positif maupun negatif.

  •  Kebudayaan
Kebudayaan adalah perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan pengadaan sumber daya di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup. Perilaku yang normal adalah salah satu aspek dari kebudayaan dan selanjutnya kebudayaan mempunyai pengaruh yang dalam terhadap perilaku. Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa, alasan seseorang berperilaku. Oleh sebab itu, perilaku yang sama diantara beberapa orang dapat berbeda-beda penyebab atau latar belakangnya.

7.      Bagaimana Mempengaruhi Orang lain

      Cara mempengaruhi orang lain dengan dasar Pendekatan komunikasi persuasi dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
  1. Logical argument (logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
  2. Psychological/ emotional argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psychological argument dengan efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi negatif.
  3. Argument based on credibility (ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.

Menurut Burgon & Huffner (2002), terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar komunikasi persuasi menjadi lebih efektif. Maksudnya lebih efektif yaitu agar lebih berkesan dalam mempengaruhi orang lain. Beberapa pendekatan itu antaranya;

  1. Pendekatan berdasarkan bukti, yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebagai bukti argumentatif agar berkesan lebih kuat terhadap ajakan.
  2. Pendekatan berdasarkan ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience atau komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah maka pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk mencegah DBD.
  3. Pendekatan berdasarkan humor, yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi yang positif. Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang komedian atau menggunakan humor yang melekat di hati masyarakat.
  4. Pendekatan berdasarkan diksi, yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat (memorable) oleh audience dengan tujuan membuat efek emosi positif atau negative. Misalnya, iklan rokok dengan dikasi “nggak ada loe nggak rame”.
 8.      Wewenang
Sebagaimana halnya dengan kekuasaan, wewenang juga dapat dijumpai dimana-mana, walaupun tidak selamanya kekuasaan dan wewenang berada disatu tangan. Menuut Max Weber, wewenang dimaksudkan sebagai suatu hak yang telah ditetapkan dalam tata tertib sosial untuk menetapkan kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan. Dengan kata lain, seseorang yang mempunyai wewenang bertindak sebagai orang yang memimpin atau membimbing orang banyak.
Ada tiga macam wewenang, diantaranya adalah :
1. Wewenang Kharismatis (Charismatic authority)

Wewenang kharismatis merupakan wewenang yang didasarkan pada kharisma, yaitu suatu kemampuan khusus (wahyu, pulung) yang ada pada diri seseorang. Kemampuan khusus tadi melekat pada orang tersebut karena anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Orang-orang disekitarnya mengakui akan adanya kemampuan tersebut atau dasar kepercayaan dan pemujaan karena mereka menggap bahwa sumber kemampuan tersebut merupakan sesuatu yang berada diatas kekuasaan dan kemampuan manusia pada umumnya. Wewenang kharismatis tidak diatur oleh kaidah-kaidah, baik yang tradisional maupun rasional. Adakalanya kharisma dapat hilang karena masyarakat sendiri yang berubah dan mempunyai paham yang berbeda. Perubahan-perubahan tersebut seringkali tak dapat diikuti oleh orang yang mempunyai wewenang kharismatis tadi sehingga dia tertinggal oleh kemajuan dan perkembangan masyrakat.
2. Wewenang tradisional

Wewenang tradsional dapat dipunyai oleh seseorang maupun sekelompok orang. Dengan kata lain, wewenang tersebut dimiliki oleh orang-orang yang menjadi anggota kelompok, yang sudah lama sekali mempunyai kekuasaan didalam suatu masyarakat.
Adapun ciri-ciri utama wewenang tradisional, yaitu :
a. Adanya ketentuan-ketentuan tradisional yang mengikat penguasa yang mempunyai wewenang, serta orang-orang lainnya dalam masyarakat
b.  Adanya wewenang yang lebih tinggi ketimbang kedudukan seseorang yang hadir secara pribadi
c.  Selama tak ada pertentangan dengan ketentuan-ketentuan tradisional, orang-orang dapat bertindak secara bebas

3. Wewenang rasional atau legal

Wewenang yang disandarkan pada sistem hukum yang berlaku dalam masyarakat. Sistem hukum di sini di pahami sebagai kaidah-kaidah yang telah diakui dan ditaati masyarakat dan bahkan yang telah diperkuat oleh Negara. Pada wewenang yang didasari oleh sistem hukum harus dilihat juga apakah sistem hukumnya bersandar pada tradisi, agama atau faktor-faktor lain. Kemudian, harus ditelaah pula hubungannya dengan sistem kekuasaan serta diuji pula apakah sistem hukum tadi cocok atau tidak denagn sistem kebudayaan masrakat supaya kehidupan dapat berjalan dengan tenang dan tenteram.

III.                  PENUTUP

Kesimpulan dari pembahasan diatas bahwa dijelaskan psikologi manajemen itu membahas tentang bagaimana cara mengatur atau me-manage sumber daya sebagai suatu kebutuhan. Didalam psikologi manajemen, kita pun mengelola sebuah organisasi, yang mana organisasi itu sendiri adalah suatu bentuk perserikatan manusia guna mencapai tujuan yang sama dan bersama. Dalam organisasi pasti ada komunikasi, tanpa adanya komunikasi, organisasi tidak bisa mewujudkan tujuan dalam organisasi tersebut.
Komunikasi memiliki beberapa dimensi antara lain;
a. Komunikasi Internal: terdapat komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal
b. Komunikasi Eksternal
Dalam psikologi manajemen juga mempelajari apa itu pengaruh, pengaruh itu sesuatu yang timbul dari orang atau benda yang membentuk watak kepercayaan diri seseorang. Agar pengaruh itu berhasil terdapat kunci untuk mengubah perilaku seseorang.
Cara merubah perilaku seseorang itu terdapat antara lain:
a. Logical argument (logos),
b. Psychological/ emotional argument (pathos) dan
c. Argument based on credibility (ethos).
Untuk me-manage atau mengatur sebuah perusahaan pasti juga terdapat sebuah wewenang dari organisasi itu sendiri, makna dari wewenang itu adalah sebuah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Budiasih, Yanti. 2012. Struktur Organisasi, Desain Kerja, Budaya Organisasi dan Pengaruhnya
            Terhadap Poduktivitas Karyawan
, diakses pada 29 September 2016, dari jurnal
            Liquidity, No.2, Juli-Desember 2012 dari
www.liquidity.stiead.ac.id
Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu Komunikasi  (teori dan praktek). Bandung: PT.Remaja
            Rosdakarya, diakses dari digilib.uinsby.ac.id pada 29 September 2016
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28068/3/chapter%20II.pdf,
            diakses pada 29 September 2016
Hayati, Nurul. 2014. Komunikasi Dalam Organisasi Perpustakaan, diakses pada 29 September
            2016, dari jurnal Komunikasi, No.1, Januari-Juni 2014
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press
Suciati. 2015. Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: Buku Litera Yogyakarta
Sutarto. 1985. Dasar-dasar Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University










Tugas 2 Psikologi Manajemen "Komunikasi satu arah dan dua arah, Peranan Komunikasi dalam Organisasi"

Nama               : Nur Amalia

NPM                 : 18514138

Kelas                : 3PA19

Waktu Post     : 30/09/2016


A. PENDAHULUAN
            Sebagai makhluk sosial, setiap manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri. Interaksi dan kerja sama ini akan terus
berkembang dengan teratur sehingga membentuk tempat  yang disebut dengan organisasi.
            Komunikasi memang sudah tidak asing kita dengarkan. Komunikasi memang salah satu hal penting untuk kelangsungan hidup kita, karena komunikasi menghubungkan antara orang satu dengan orang yang lain. Tanpa komunikasi kita pasti sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan komunikasi kita juga dapat melihat karakter orang dari gerak gerik tubuh seseoramg itu saat komunikasi.
            Komunikasi antar pribadi dianggap sebagai salah satu strategi untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif antara organisasi dengan publik. Komunikasi antar pribadi memiliki fungsi untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai individu sehingga dapat memprediksikan respon yang akan timbul. Lalu apa arti komunikasi itu sendiri? komunikasi adalah setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain. Dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan adanya komunikasi organisasi yang mampu mengembangkan sikap anggota untuk merubah pola pikir dan pola perilakunya sehingga sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dari organisasi tersebut.

B. TEORI
Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain

Definisi Komunikasi Oraganisasi
Arni Muhammad (2005) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks.
Zelko dan Dance dalam Arni Muhammad (2005) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling bergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
Pengertian-pengertian komunikasi organisasi itu menunjukkan bahwa dalam
organisasi ada:
a. Komunikasi internal dan eksternal, di mana komunikasi internal menunjuk pada komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri dan komunikasi eksternal yang menunjuk pada komunikasi antara organisasi dengan lingkungan luarnya
b. Dalam komunikasi organisasi itu ada aliran pesan yang mengarah pada tujuan organisasi itu dengan media yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut
c. Komunikasi organisasi akan mempengaruhi perilaku anggota-anggotanya.
Oleh karena itu setiap organisasi tidak dapat meninggalkan komunikasi organisasi, dengan komunikasi organisasi semua elemen dalam organisasi terintegrasi ke dalam di mana integrasi ini akan memperkuat organisasi untuk menjaga keberlangsungan dalam mencapai tujuan. Komunikasi organisasi bukan hanya sekadar alat untuk mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu, komunikasi organisasi merupakan suatu proses yang memunculkan adanya suatu makna yang dipahami secara bersama dan menjadi pola pikir dan pola perilaku yang sama dari anggota organisasi tersebut. Tanpa adanya pemaknaan akan tujuan organisasi, maka tujuan organisasi hanya merupakan slogan yang tidak berarti sama sekali.

Unsur-unsur Komunikasi
Penegasan tentang unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut:
  • Sender : komunikasi yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  • Encoding : penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
  • Message : pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang di sampaikan oleh komunikator.
  • Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
  • Decoding : pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambing yang disampaikan oleh komunikaator kepadanya.
  • Receiver : komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  • Response : tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.
  • Feedback : umpan balik, yakni tanggapan komunikasi apabila tersampaikan atau di sampaikan kepada komunikator.
  • Noise : gangguan tak terencana dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesaaan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang di sampaikan oleh komunikator kepadanya.
Bentuk-bentuk komunikasi yaitu:
1. Komunikasi Formal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam lembaga formal. Komunikasi formal dilakukan dalam lingkup lembaga resmi melalui jalur garis perintah, berdasarkan struktur lembaga oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas lembaga dengan status masing-masing.
Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:
1.1 Downward communication (komunikasi ke bawah)
1.2 Upward communication (komunikasi ke atas)
1.3 Horizontal communication (komunikasi horizontal)
2.   Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak dilakukan secra tidak resmi sebagai petugas berdasarkan jabatan yang dipegang, dipangkat atau dipunyai dalam lembaga tetapi sebagai manusia yang berkerja dalam lembaga.
3.      Komunikasi Verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim
digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara lisan maupun tulisan.
Komunikasi verbal terdiri dari
3.1 Komunikasi satu arah (one way communication) adalah situasi komunikasi di mana pengirim tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui bagaimana penerima telah mendekodifiikasikan pesannya.
3.2 Komunikasi dua arah (two way communication). yaitu komunikasi dimana pengirim cukup leluasa mendapatkan umpan balik tentang carra penerima menangkap pesan yang telah dikirimkannya.
4.   Komunikasi Nonverbal adalah komunikasi yang berupa penyampaian informasi dengan menggunakan isyarat-isyarat atau tanpa penggunaan kata-kata. Pesan nonverbal ini disampaikan melalui gerakan badan, kontak tubuh, postur tubuh, ekspresi wajah, gerakan tangan dan mata serta anggukan atau gelengan kepala
5.  Komunikasi kebawah (Downwards Communication). Bentuk komunikasi kebawah adalah komunikasi yang berbentuk instruksi atau informasi
6.   Komunikasi Ke Atas Komunikasi keatas adalah arus komunikasi dari bawahan ke atasan (pimpinan) yang lebih menekankan segi pertanggungjawaban antara pimpinan dengan bawahan.
7.   Komunikasi Horizontal adalah Komunikasi ini merupakan komunikasi yang terjadi antara dua staf atau pegawai atau dua belah pihak yang mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat.
8.      Komunikasi Diagonal
Yaitu komunikasi antara pimpinan bagian dengan staf dari satu bagian lain
atau antara kepala seksi dengan karyawan dari seksi lain yang ada.
Komunikasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1.      Komunikasi Secara Lisan adalah Komunikasi secara lisan ini dipergunakan komunikasi berhadapan muka atau komunikasi tatap muka (face to face).
2.      Komunikasi Secara Tertulis adalah Komunikasi secara tertulis merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan manajemen, karena kata-kata atau pesan-pesan dari pimpinan dibuat secara tertulis agar otentik, yang dicatat dalam suatu dokumen agar dapat digunakan sebagai bahan pemeriksaan kembali.
Terdapat empat fungsi utama komunikasi menurut Robbins dan Coulter (2007) adalah :
a. Kontrol
Komunikasi bertindak sebagai kontrol perilaku anggota dalam berbagai cara
b. Motivasi
Komunikasi mendorong motivasi dengan menjelaskan pada karyawan apa yang harus diselesaikan, seberapa baik mereka melakukannya, dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika tidak sejajar. Ketika karyawan menetapkan tujuan tertentu, bekerja untuk tujuan itu, dan menerima umpan balik dari perkembangan tujuan itu, maka komunikasi diperlukan.
c. Ekspresi emosional
Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok adalah mekanisme fundamental di mana anggotanya berbagi rasa frustasi dan perasaan puas. Komunikasi memberikan penyaluran perasaan bagi ekspresi emosional dan untuk memenuhi kebutuhan sosial.
d. Informasi
Individu dan kelompok memerlukan informasi untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi. Komunikasi menyediakan informasi tersebut

Peranan Komunikasi dalam Organisasi
Sebuah organisasi akan bubar karena jika tidak ada komunikasi. Coba kita bayangkan jika komunikasi tidak ada dalam organisasi? Para karyawan tidak akan tahu apa yang akan
dikakukannya dan apa yang dikerjakan rekannya. Pemimpin tidak bisa memberikan instruksi dan menerima masukan dari bawahannya. Koordinasi tidak berjalan, kerja sama tidak terjadi, masing-masing orang tidak dapat mengkomunikasikan perasaannya, kebutuhannya, ataupun masalah yang dihadapinya dalam pekerjaan kepada rekannya atau kepada pimpinannya.
Jadi pernanan komunikasi dalam organisasi untuk berinteraksi yang dalam aktivitas yang menghubungkan antar manusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi.


C. KASUS
Kasus 1:
Pada saat upacara, hari senin pembina upacara memberikan pidato kepada semua peserta upacara, dan petugas upacara. Para peserta dan petugas upacara mendengarkan dengan khitmat.
Kasus 2:
            Seorang pasien yang sedang berkonsultasi tentang pemasalahannya ke psikolog. Lalu psikolognya memberikan masukkan atas jalan keluarnya permasalahan pasien tersebut.
Kasus 3:
            Sebuah perusahaan provider sedang mengadakan rapat untuk meningkatkan layanan yang diberikan, lalu salah satu karyawan sedang menyatakan argumennya dalam rapat tersebut untuk meningkatkan layanan provider. Kemudian, manajer menolak argumen yang karyawan tersebut.

D. Analisa

Kasus 1:
berdasakan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang pembina upacara sedang memberikan pidato, itu komunikator lalu komunikannya nya para petugas dan peserta upacara, mereka hanya mendengarkan sang pembina upacaranya saja tidak ada respon yang di berikan ke komunikator.
Kasus 2: 
berdasakan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang pasien nya, itu komunikator lalu komunikannya nya psikolognya, lalu psikolog memberikan jalan keluarnya masalah pasien itu adalah respon atau umpan balik pesan yang diberikan komunikatornya.
Dikarenakan perbedaan komunikasi satu arah dengan dua yaitu:
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa perbedaan komunikasi satu arah dengan komunikasi dua arah yaitu
Komunikasi satu arah:
  • -          Tidak  ada respon komunikan bertidak sebagai pendengar saja
  • -          Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja
Contohnya: komandan yang memberikan perintah ke bawahannya

Komunikasi dua arah:
  • -          Adanya respon secara langsung antara komunikator dengan komunikan
  • -          Komunikasi terjadi antara dua pihak yaitu komunikan dan komunikator

Contohnya: komunikasi antara mahasiswa dengan dosennya

Kasus 3:

Berdasarkan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang manajer sedang bekomunikasi dengan bawahannya yang menolak argumen sedang rapat, karena tanoa komunikasi tidak dapat mewujudkan, visi misi organisasi atatu perusahaan. Suatu organisasi dapat berkembang dipengaruhi oleh komunikasi. Setiap organisasi tentu memiliki visi, misi, budaya organisasi, motivasi serta norma-norma yang sangat menentukan terhadap baik tidaknya suatu organisasi tersebut. Dalam kenyataan masalah komunikasi selalu muncul dalam proses pengorganisasian. Semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut akan melakukan komunikasi. Tidak ada organisasi tanpa komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian integral dari organisasi. Komunikasi ibarat sistem yang menghubungkan antar orang, antar bagian dalam organisasi, atau sebagai aliran yang mampu membangkitkan kinerja orang-orang yang terlibat di dalam organisasi tersebut. Contoh lain dari kasus itu ketua osis yang harus berinteraksi kepada bawahnya agar terwujudnya visi misi suatu organisasi tersebut.
E. Referensi

Supratiknya A. (2005). Tinjauan Psikologis Komunikasi antar Pribadi. Yogyakarta: Kasinius
Hardjana, M.A. (2003). Komunikasi Intapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta:Kasinius
Ramadani, S. (2014). Penggunaan Komunikasi Fatis Dalam Pengelolaan Hubungan Di Tempat Kerja.       Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol 5
Gutama, T.A. (2014). Peran Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Sosiologi
Lubis, W.F (2008). Peranan Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Harmoni Sosial. Vol 2
http://digilib.unila.ac.id/1353/7/BAB%20II.pdf. Diakses pada tanggal 29 September 2016  

Psikologi Manajemen

A. PENDAHULUAN
            Manajemen adalah sebuah proses perencanaan atau pengorganisasian, pengarahan, pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Arti psikologi manajemen itu sendiri merupakan suatu cabang dari ilmu psikologi yang membahas tentang bagaimana cara mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

B. TEORI
Psikologi Manajemen
Manajemen menurut Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan sebagainya dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing),
3.      Pengarahan (Actuating/Directing), dan
4.      Pengawasan (Controlling)

Manfaat psikologi manajemen
1.      Untuk mendapatkan pemecahan bagi masalah-masalah yang penting berkenaan dengan penggunaan tenaga manusia di dalam proses managemen.
2.      Agar dunia managemen mampu menggunakan prosedur-prosedur yang lebih relevan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan.
3.      Mampu mengintervensi SDM dari berbagai faktor, baik internal ataupun ekternal untuk mengolah managemen SDM yang lebih berkualitas didalam perusahaan

C. KASUS
Disiplin Pegawai Makin Rendah
Kedisiplinan pegawai di lingkungan semakin parah. Rendahnya tingkat disiplin pegawai itu bukan hanya karena tidak masuk alias bolos kerja bertahun-tahun. Namun, banyak juga ditemui pegawai yang nongkrong di kedai kopi, atau warung makan pada saat jam kerja. Di kedai-kedai kopi banyak sekali kita temukan, para pegawai yang sedang nongkrong terutama belum jam istirahat banyak yang berbaju dinas nongkrong kedai kopi sampai berjam-jam bahkan ada yang yang dikedai sampai waktu berdekatan waktu jam pulang.

D. Analisis
            Setiap perusahaan pasti berupaya untuk mendapatkan karyawan yang terlibat dalam kegiatan organisasi atau perusahaan dapat memberikan prestasi kerja. Dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Seharusnya organisasi atau perusahaan berupaya untuk me-manage atau mengatur para karyawannya agar disiplin untuk meningkatkan produktivitas tenanga kerja agar karyawan mendapatkan ketrampilan dan memberikan peraturan yang tegas terhadap karyawan-karyawanya. Jika disiplin kerja seorang pegawai rendah, maka produktifitas kerjanya juga akan rendah.dan tujuan organisasi tidaak dapat tercapai secara maksimal. Dengan memulai disiplin dari hal yang kecil dalam kehidupan sehari-hari, maka kita juga akan terbiasa disiplin apabila kita bekerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Apabila tingkat disiplin kerja tinggi, maka produktifitas kerja kita juga akan tinggi, dan akan banyak orang yang menyenangi kita melihat kinerja kita dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

E. Referensi
Leavitt, Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga
http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id Diakses pada tanggal 21 September 2016

Studentsite

eLearning

v-Class

Translate

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

Followers

Gunadarma University

THANK YOU FOR VISITING

Search This Blog