Welcome To My BLOG

WELCOME TO MY BLOG
Diberdayakan oleh Blogger.

LOGOTERAPI : TUGAS 3 PSIKOTERAPI

LOGOTERAPI
  

DISUSUN OLEH :
            Jessica Phoibe                         (15514649)
Mutiara Nugraheni A              (17514687)
Nur Amalia                             (18514138)

KELAS : 3PA19


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


LOGOTERAPI

Logoterapi diperkenalkan oleh Victor Frankle, seorang dokter ahli penyakit saraf dan jiwa (neuro-psikiater). Frankle mengungkapkan bahwa selama individu mempunyai makna hidup, ia akan merasakan kebahagiaan dan kenikmatan yang memuaskan. Sebaliknya, apabila individu tersebut tidak mempunyai makna atau tidak mampu memberikan arti dan tujuan hidupnya, ia akan menjadi pribadi yang tidak orisinil, kehilangan keyakinan, dan terombang-ambing menurut kemauan lingkungannya. Dengan asumsi ini, Frankle berpendapat bahwa kekuatan yang paling utama untuk menggerakkan kepribadian manusia terletak dari sejauh mana keinginannya untuk memberi makna hidup (the will to meaning).
Logos” dalam bahasa Yunani berarti makna (meaning), tetapi dapat juga menunjukkan sesuatu yang bersifat ruhaniah, spiritual. Sedangkan terapi adalah penyembuhan atau pengobatan. Sehingga logoterapi dimaksudkan sebagai corak psikologi yang dilandasi pengakuan mengenai manusia yang memiliki dimensi ruhani selain dimensi jasmani. Logoterapi berasumsi bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup (the will of meaning) merupakan daya pendorong atau motivasi utama manusia untuk mencapai kehidupan yang penuh makna.
Logoterapi berurusan dengan penyadaran manusia terhadap tanggung jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan manusia. Tanggung jawab berarti kewajiban, dan kewajiban tersebut hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan makna, yakni makna hidup manusia.
Logoterapi sendiri merupakan bidang yang mengurusi hubungan antara pikiran dan jiwa, mengajarkan bahwa penyakit jiwa maupun penyakit emosional serta syaraf disebabkan oleh rasa tidak berarti, kekosongan batin, ketidakseimbangan spiritual. Singkatnya, kebanyakan penyakit mental dan emosional adalah gejala penyakit rohani. Logoterapi mencoba menyembuhkan penyakit dan kekosongan batin dengan membantu individu mendeteksi, namun tidak melampiaskan, makna unik dalam kehidupannya, bahkan ketika seseorang dalam penderitaan. Caranya adalah dengan menemukan upaya terapi yang tepat sesuai dengan kepribadian orang tersebut, khusunya yang melibatkan dimensi spiritual yang penuh makna, potensi, dan kesadaran akan tanggung jawab.
Tujuan logoterapi menyangkut beberapa hal yaitu terapis pertama harus memperlebar dan memperluas medan visual dari pasien sehingga seluruh spektrum makna dan nilai-nilai disadari dan kelihatan olehnya. Dengan demikian, usaha pasien untuk berpusat pada dirinya sendiri dipecahkan. Kedua, terapis juga membantu pengalaman individual yang nyata dari pasien sehingga ia dapat mengikuti potensi-potensinya dan melampaui keadaan-keadaan yang tidak wajar. Dan yang terakhir terapis membantu pasien menghilangkan kecemasan dan neuorosis komsulsif eksesif. Terapi harus mengingat bahwa logoterapi bukan treatmen simtomatik terhadap neurosis, melainkan menangani sikap pasiem terhadap simtom-simtom. Jadi, seseorang dengan gangguan fisik tetap betanggung jawab terhadap sikap spritual atau eksistensialnnya terhadap keadaan.

CONTOH KASUS :
Kasus 1
Dinda adalah seorang wanita berumur 20 tahun. Dinda mempunyai phobia terhadap tempat gelap. Awal mula Dinda phobia terhadap tempat gelap saat Dinda berusia 6 tahun, saat Dinda sedang tidur di kamar pada malam hari dengan lampu dimatikan Dinda melihat seorang maling masuk ke kamar Dinda saat orangtuanya sedang keluar rumah. Dinda yang takut saat itu hanya bisa diam pura-pura tidak melihat maling tersebut. Semenjak saat itu Dinda tidak berani tidur di tempat yang gelap, tapi ketika Dinda jalan di tempat yang gelap Dinda akan merasa seperti ada yang mengikutinya.
Kasus 2
            C pada awalnya memiliki bagian tubuh yang utuh yang tidak kekurangan sama sekali. Lalu C mengalami kecelakaan sehingga beberapa bagian dari tubuhnya hilang atau diamputasi. Hal ini menyebabkan C depresi, trauma, marah, tidak dapat menerima keadaan sampai ia ingin bunuh diri karena merasa dirinya sudah tidak berguna lagi. C menjadi lebih tertutup dari teman-temannya bahkan keluarganya. C sangat merasa depresi dan shock hingga sangat membutuhkan banyak bantuan. Tidak hanya itu C merasa kejadian yang ia alami adalah kesalahan dari Tuhan, dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya.

ANALISIS KASUS :
            Untuk mengetahui cara yang tepat dalam menangani kasus di atas, kita perlu mengetahui dahulu teknik-teknik yang digunakan dalam logoterapi. Ada tiga teknik dalam logoterapi, diantaranya adalah :
  1. Paradoxical-Intention
Paradoxical intention pada dasarnya memanfaatkan kemampuan mengambil jarak (self-detachment) dan kemampuan mengambil sikap terhadap kondisi diri sendiri dan lingkungan. Paradoxical intention terutama cocok untuk pengobatan jangka pendek pasien phobia (ketakutan irrasional). Teknik paradoxical intention juga bermanfaat untuk kasus obsesif kompulsif (tindakan yang terus-menerus dilakukan walaupun sadar hal itu tidak rasional)
  1. Dereflection
Teknik dereflection memanfaatkan kemampuan transendensi diri (self-transcendence) yang dimiliki setiap manusia dewasa. Setiap manusia dewasa memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dan tidak lagi memperhatikan kondisi yang tidak nyaman, tetapi mampu mengalihkan dan mencurahkan perhatiannya kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat.
  1. Bimbingan Rohani
Teknik yang khusus digunakan pada penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Individu didorong untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.
Kasus 1
Dalam kasus Dinda, teknik yang digunakan adalah teknik paradoxical-intention. Konselor mengupayakan agar klien yang mengalami phobia mengubah sikap dari takut menjadi berani pada hal yang di takuti atau di cemaskan. Dinda di minta untuk beruasaha menghindari atau melawan ketakutannya terhadap tempat yang gelap. Cara yang dapat dilakukan oleh Dinda adalah dengan mengajak teman jalan pada tempat yang gelap, untuk menurunkan kadar kecemasan yang di alami Dinda dan meyakinkan bahwa tidak ada yang mengikutinya di tempat gelap. Tahap ini harus di lakukakan bertahap dan rutin hingga kecemasan yang ada pada diri Dinda berkurang atau bahkan dapat hilang.
Kasus 2
            Langkah pertama yang dilakukan untuk C adalah paradoxical intention. Pada teknik ini C diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan menghindarinya atau melawannya. Yang kedua derefleksi, Frankl percaya bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Oleh sebab itu C tidak boleh berfokus pada kejadian yang dialaminya, tetapi bukan berarti menghindari masalah tersebut. Misalnya mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada sesuatu yang disenangi oleh C sendiri. Dan yang terakhir bimbingan rohani. Pada teknik ini, C harus berfikir kalo kecelakaan yang dialami adalah murni kecelakaan yang tidak bisa menyalahkan Tuhan sebagai penyebabnya. Tetapi seharusnya C percaya kalo kecelakaan ini akan membuat C lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Dan percaya kalo Tuhan akan membantu setiap masalah yang dihadapi oleh C. Frankl menyatakan bahwa makna hidup bersifat unik sebagai momen pribadi. Setiap situasi serta setiap kejadian selalu dapat menghadirkan suatu tantangan kepada individu untuk mengungkap dan menjadikan makna. Melalui peristiwa kecelakaan yang terjadi dan mengakibatkan cacat fisik permanen pada C, terlihat bahwa makna hidup dapat ditemukan dalam setiap keadaan walaupun pada keadaan penderitaan sekalipun.

            Jadi, Logoterapi merupakan terapi yang digunakan dengan memandang makna hidup sebagai tindakan terapi, apa yang kita kaji dan apa yang kita alami dalam kehidupan biasa dijadikan suatu terapi dengan cara menerima hal tersebut sebagai makna hidup. Apapun yang terjadi dalam setiap perjalanan kehidupan manusia merupakan nikmat hidup yang harus kita terima. Sehingga kita memaknai kejadian tersebut (yang mengerikan sekalipun) sebagai pengalaman hidup yang berarti. Logoterapi berkenaan dengan makna dalam berbagai aspek dan bidangnya. Makna keberadaan itu dapat berupa makna hidup dan mati, makna penderitaan, dan makna pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA
Puspasari, D., & Alfian, I. N. (2012). Makna hidup penyandang cacat fisik postnatal
            karena kecelakaan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(03)
Semiun, Y. (2006). Kesehatan mental 3. Yogyakarta: Kanisius        
Tasmara, T. (2001). Kecerdasan ruhaniah (transcendental intellegence): membentuk
            kepribadian yang bertanggung jawab, profesional, dan berakhlak
. Depok:
            Gema Insani

Covey, S. (1971). How to succeeed with people. Surabaya: MIC Publishing

PSIKOTERAPI : TUGAS 2



TUGAS 2

PSIKOTERAPI 


DISUSUN OLEH:

JESSICA PHOIBE (15514649)
MUTIARA NUGRAHENI ADI (17514687)
NUR AMALIA (18514138)
NUR ROHMAH APRILIA (18514185)

3PA19

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI


2016/2017

Mengapa psikoterapi dalam psikoanalisis menganalisa psikopatologi berdasarkan perkembangan psikoseksual ?


Karena psikoanalisa merupakan satu hal yang unik sekaligus paradoksial, dan juga psikoanalisa merupakan sistem yang paling dikenal luas meskipun tidak dipahami secara universal. Dan disisi lain psikoanalisa juga banyak pengaruhnya dalam bidang lain diluar psikologi melalui pemikiran penemunya, Sigmund Freud. Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan tradisi Jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Kita ketahui bahwa Freud menjadi sorotan banyak kalangan ketika dia menguraikan seluk beluk sesksualitas manusia. Freud menyangkal bahwa dorongan seksual tidak berawal pada masa pubertas namun sedari bayi, dan seksual pun menjadi penggerak dalam keseharian manusia. Hal ini menjadi trendseller corak terapi dan tafsiran kepribadian fenomena kehidupan, kemudian dengan cepat banyak para psikiater yang bergabung dalam mahzab psikodinamika Freud. Nama-nama seperti Carl Gustave Jung, A.A Brill, Verenzci, Karl Abraham, dan Alfred Alder mencoba untuk membuktikan itu. Perkembangan  kepribadian individu menurut Freud, dipengaruhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. Menurut Freud, kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia.
Tahapan Perkembangan Kepribadian sehat dan tidak sehat sangat berhubungan dengan cara-cara yang digunakan indivdu dalam melewati fase-fase perkembangan pada enam tahun pertama kehidupannya. Tahapan perkembangan ini disebut tahapan psikoseksual yaitu tahapannya tahap oral, tahap anal, tahap phalic, tahap laten, tahap genital. Karena memprestasikan suatu kebutuhan seksual yang menonjol pada setiap perkembangan, jadi jika hambatan yang terjadi pada proses pemenuhan kebutuhan seksual pada setiap tahap akan berpotensi gangguan perilaku pada dewasa. Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif, sehingga gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa.
Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis, yaitu :
1.      Histeria (Conversion Disorder)
Kelumpuhan tanpa sebab-sebab fisik, menurut psikoanalisis ini akibat adanya transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.
2.      Fobia
Ketakutan yang sangat dan tidak pada tempatnya, oleh Freud dianalisis sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual atau kecemasan akibat peristiwa traumatik.
3.      Obsesi- kompulsi
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan yang disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal. Seseorang yang didiagnosis menderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu untuk meredakan stres akibat kondisi tertentu. Kondisi tersebut seringkali membawa rasa takut, dan meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, rasa takut itu semakin bertambah, sehingga menghasilkan sebuah tindakan yang dilakukan berulang-ulang.
4.      Depresi
Perasaan tidak mampu, tidak kompeten, kehilangan harga diri, dan merasa bertanggung jawab terhadap semua kejadian buruk (pada dirinya dan lingkungan). Menurut Freud, akar masalahnya adalah kehilangan cinta pada Oedipus Complex, yang membuat orang marah kepada diri sendiri, karena dia kehilangan cinta dari orangtua, dari teman bahkan dari negaranya.
5.      Ketagihan obat atau alkohol
Freud menganggap adiksi dilatarbelakangi oleh insting mati.

REFERENSI :
Alwisol. (2010). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press
Pizaro. (2008). Teori seksualitas sigmund freud tentang kepribadian: psikopatologi dan kritik
            psikologi islami (Skripsi).
Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah


Mitologi Yunani Psyche

WAKTU POST :
22/03/2017. 23:12 WIB

PSIKOTERAPI

TUGAS 1

Mitologi Yunani Psyche

DISUSUN OLEH:

JESSICA PHOIBE (15514649)
MUTIARA NUGRAHENI ADI (17514687)
NUR AMALIA (18514138)
NUR ROHMAH APRILIA (18514185)

3PA19

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2016/2017


Disebuah kerjaan terdapat seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsu sang raja tersebut bernama Psyche. Psyche adalah anak tercantik di keluarganya. Namun, Psyche juga belum menikah sama seperti saudarinya yang lain. Selain tercantik di keluarganya, Psyche juga merupakan wanita tercantik didaerahnya sehingga, membuat Afrodit merasa sangat iri kepada Psyche. Karena Psyche, Afrodit tidak lagi disembah dan tidak lagi dianggap sebagai dewi kecantikan. Kemudian muncullah ide Afrodit untuk membalaskan rasa irinya kepada Psyche dengan memanggil Cupid (Eros) putranya. Ide Afrodit tersebut ialah menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Cupid pun menuruti permintaan ibunya dan langsung terbang mencari Psyche.

Afrodit pun tidak lupa untuk terus memantau Psyche, namun beberapa lama kemudian Afrodit menyadari adanya suatu keganjilan. Kemudian, Afrodit mencari tahu kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun. Akhirnya, Afrodit langsung turun tangan, ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorang pun yang ingin melamarnya. Kenapa Psyche belum juga jatuh cinta pada siapapun. Hal itu terjadi karena ketika Cupid melihat Psyche, dia malah terpesona sampai tidak sengaja menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psyche dan dia tidak jadi melakukan perintah Afrodit. Akhirnya, Afrodit langsung turun tangan, ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorang pun yang ingin melamarnya. Akhirnya orangtua Psyche menjadi cemas dan pergi ke Oracle (peramal) untuk meminta nasehat. Oracle memberi nasehat dengan mengatakan bahwa Psyche tidak ditakdirkan untuk menikah dengan seorang manusia melainkan, Psyche harus menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung. Nasehat Oracle itu sendiri adalah permintaan dari Cupid.
Setelah mendengar nasehat dari Oracle, orangtua Psyche menjadi sangat sedih dan menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seorang monster. Ia pun meyakinkan orangtuanya untuk merelakan dia mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir. Akhirnya, Psyche meninggalkan tempat tinggalnya dan berjalan menuju gunung yang dimaksud oleh Oracle. Setelah memberanikan diri untuk terus berjalan, muncul lah rasa takut dalam diri Psyche. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psyche dari gunung itu menuju suatu tempat. Terdapat sebuah rumah indah yang terlihat seperti istana. Pada malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. Tiba-tiba, Psyche mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar lembut dan hangat. Psyche dan Cupid lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun, Psyche tidak bisa melihat wujud suaminya karena suasananya sangat gelap. Psyche memohon kepada Cupid agar ia menampakkan dirinya. Namun, Cupid menolak permintaan Psyche. Psyche merasa rindu kepada keluarganya setelah tidak bertemu dalam waktu lama. Ia  pun meminta izin kepada Cupid untuk keluarga datang ke istananya. Cupid menolak permintaan Psyche. Akhirnya, Cupid mengizinkan saudari-saudari Psyche datang ke istana mereka. 
Setelah melihat keadaan Psyche Saudari-saudarinya merasa iri. Kemudian, saudari-saudarinya merencanakan untuk menghancurkan kebahagiannya. Lalu, mereka berusaha membuat Psyche dan Cupid berpisah, dengan harapan Cupid tidak mengenali Psyche dan Cupid akan menikahi mereka. Mereka memanas-manasi Psyche. Menurut mereka, ia harus tahu identitas suaminya. Mereka juga menyuruh Psyche membunuh Cupid. Akhirnya Psyche tidak mampu lagi menanti sebuah ketidakpastian jati diri dan rupa suaminya. Suatu malam ketika Cupid tidur maka Psyche diam-diam membawa lampu teplok untuk melihat rupa Cupid. Betapa terkejutnya ketika ia lihat bukan monsterlah yang ditemuinya melainkan wujud laki-laki tampan. Ia merasa kaget dan kagum. Kemudian Psyche membungkuk untuk memandang lebih dekat. Tangan Psyche gemetaran saat melihat Cupid. Kegemetaran itu, membuat semprong dan minyak lampu teplok tumpah dan membakar dada Cupid. Kemudian Cupid terbangun dan memegroki istrinya yang melanggar sumpah. Hal itu, membuat Cupid marah akibat perbuatan Psyche. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psyche. Karena melukai perasaan dan melanggar sumpah kepada Cupid, Psyche bersumpah akan membuktikan pada Cupid bagaimana ia mencintainya, dan mencari Cupid sampai akhir hidupnya.  Lalu, ia memohon pertolongan pada semua dewa namun, tak satupun membantu karena para dewa takut dimurkai Afrodit. Akhirnya, dalam keputusasaannya ia memohon pertolongan Afrodit. Namun, Afrodit berkata bahwa untuk menebus dosanya yang diperbuat Psyche, ia harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Ia pun setuju. Psyche diberi tugas oleh Afrodit, tugas pertama Psyche ditugaskan untuk memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir, Psyche merasa mustahil mengerjakan tetapi tiba-tiba datang sekelompok semut datang membantunya akhirnya ia berhasil kemudian Afrodit merasa kesal. Afrodit memberikan tugas berikutnya tugas berikutnya adalah Psyche harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai, Akhirnya, Psyche dapat menyelesaikan tugasnya kembali Lalu Afrodit memberikan tugas kembali yang lebih mustahil seperti mengambil bulu berwarna emas dari domba putih yang galak dan mengambil air hitam dari jernihnya Sungai Styx yang memisahkan alam dunia dan akhirat dan ia pun berhasil melakukannya lagi yang selalu dibantu pihak ketiga. Karena tugas-tugas yang diberikan telah berhasil dilakukan Psyche, Afrodit pun menjadi kesal dan memberikan tugas-tugas yang lebih sulit lagi. Tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya". Psyche pun pasrah untuk melakukan tugas yang terakhir ini, namun ia tetap melakukannya dan berjalah ke arah menara, bangunan tersebut malah berbicara pada Psyche dan memberikan sebuah petunjuk. Dari petunjuk itulah, Psyche masuk ke dunia bawah dan membayar Kharon satu koin untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psyche melemparkan satu roti pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. Ia juga menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana.
Ketika sampai di istana Hades, Psyche melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psyche menolak untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti. Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psyche. Setelah mendapat kotak itu, Psyche keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psyche berhasil sampai di dunia atas. Namun Psyche melupakan peringatan dari sang menara dan membuka kotak itu. Begitu Psyche membukanya, bukannya pesona keindahan menakjubkan yang ia harap untuk dilihat. Dari peti mati keluar uap hitam pekat, dan melemparkan dia ke dalam tidur seperti mati. Sementara itu luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psyche dan kini sangat merindukan istrinya itu. Cupid mencari Psyche dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Untuk membangunkan Psyche, Cupid mengumpulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak, lalu menicum bibir Psyche. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psyche akhirnya bisa terbangun lagi. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psyche bisa bersama dalam kebahagiaan. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone yang memiliki arti yaitu kesenangan. Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka. 


Dari Cerita Mitologi Psyche ini, dapat dilihat apa saja yang kita pelajari dalam psikologi, seperti rasa cinta. Dilihat dari rasa cinta Psyche kepada Cupid yang ia buktikan bahwa ia mencari Cupid sampai akhir hidupnya. Kemudian, rasa ingin tahu dilihat dari rasa ingin tahu Psyche untuk melihat wujud Cupid kemudian, ia memberanikan diri untuk melihat wujud Cupid. Kemudian, Kepribadian tangguh (Hardiness) dilihat dari Psyche merasa tangguh menyelesaikan setiap tugas yang di berikan oleh Afrodit.

                                              
SUMBER :
Berens, E.M. (2010). Kumpulan mitologi dan legenda Yunani & Romawi. Jakarta: Bukune
https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psyche (diakses pada tanggal 16 Maret 2017, pukul 22:52 WIB)

Tugas 6 Psikologi Manajemen: Kepuasan Kerja

Nama   : Nur Amalia
Kelas   : 3PA19
NPM   : 18514138

08/01/2017

A. PENDAHULUAN
            Dalam sebuah organisasi atau perusahaan dimana karyawan melakukan pekerjaan pasti menginginkan hasil dari pekerjaannya tersebut. Hasil kerja yang didapatkan sesuai dengan apa yang diinginkan akan menghasilkan sebuah kepuasan sendiri bagi individu. Kepuasan kerja itu suatu tingkat rasa puas individu bahwa mereka mendapat imbalan yang setimpal dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dari tempat mereka bekarja. Jadi, sebuah kepuasaan kerja keadaan psikologis individu yang mana di dalam tempat mereka bekerja diakibatkan oleh sebuah keadaan yang mereka rasakan dalam sebuah lingkungan pekerjaannya.

B. TEORI
1.    Definisi Kepuasan kerja (Job Satisfication)
Menurut Handoko (dalam Tangkilisan, 2005) kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dari para karyawan dalam memandang kerja mereka. Kepuasan kerja pegawai juga tidak cukup diberi intesif saja, tetapi pegawai juga membutuhkan motivasi, pengakuan dari atasan atas hasil pekerjaannya, situasi kerja yang tidak monoton, dan adanya peluang untuk berinisiatif dan berkreasi.
2.    Teori-teori Kepuasan kerja
Menurut Wexley & Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada 3 macam yaitu:
1)      Discrepancy theory
Teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
2)      Equity theory
Teori ini adalah bahwa individu akan merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi.
Ada tiga elemen dari teori equity yaitu:
a.   Input adalah segala sesuatu yang berharga yang dirasakan karyawan sebagai sumbangan terhadap pekerjaan.
b.   Out comes adalah segala sesuatu yang berharga, yang dirasakan karyawan sebagai hasil dari pekerjaannya.
c. Comparison person adalah kepada orang lain dengan siapa karyawan membandingkan rasio input-out comes yang dimiliknya.
3)      Two Factor Theory
Menurut Herzberg teori kepuasan kerja yang ia namakan teori dua faktor terdiri dari faktor hygiene dan faktor motivator.
Faktor-Faktor tersebut terdiri dari:
a.       Faktor hygiene (sumber ketidakpuasan kerja)
a)      Kondisi kerja
b)      Kebijakan perusahaan
c)      Supervisi
d)     Gaji
e)      Hubungan dengan rekan kerja
f)       Status
g)      Keamanan kerja
h)      Kehidupan pribadi
b.      Faktor motivator. (sumber kepuasan kerja)
a)      Pekerjaan itu sendiri
b)      Tanggung jawab
c)      Pengakuan
d)     Prestasi
e)      Promosi
f)       Pertumbuhan
g)      Pengembangan


C.  Kasus
Seorang karyawan pabrik di salah satu perusahaan garmen dituntut untuk bekerja lembur selama seminggu. Dari pekerjaan yang dia lakukan selama seminggu. Saat dia mendapkatkan gajinya, dia mendapatkan bonus dari lemburan. Dari yang awalnya gajinya 3.5 Juta dan dia mendapakan gaji 4.5 Juta

D. Analisis
Dari analisis kasus di atas bahwa pekerjaan yang ia lakukan sampai lembur mendapatkan hasil yang seimbang. Hasil capeknya dia lakukan dengan hasil bonus yang diberikan atasannya tersebut sesuai dengan kenyataan dan apa yang ia inginkan. Dari kasus tersebut yang masuk ke dalam teori kepuasan itu adalah Discrepancy theory bahwa mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.



Referensi
Tangkilisan, N.H. (2005). Manajemen publik. Jakarta: PT Grasindo
Purwanto, D. (2006). Komunikasi bisnis. Jakarta: Erlangga
Salani, M. Kepuasan kerja pada karyawan bagian produksi PT. Dystar colours
Indonesia  Jurnal Psikologi


Studentsite

eLearning

v-Class

Translate

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

Followers

Gunadarma University

THANK YOU FOR VISITING

Search This Blog