Welcome To My BLOG

WELCOME TO MY BLOG
Diberdayakan oleh Blogger.

Tugas 2 Psikologi Manajemen "Komunikasi satu arah dan dua arah, Peranan Komunikasi dalam Organisasi"

Nama               : Nur Amalia

NPM                 : 18514138

Kelas                : 3PA19

Waktu Post     : 30/09/2016


A. PENDAHULUAN
            Sebagai makhluk sosial, setiap manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri. Interaksi dan kerja sama ini akan terus
berkembang dengan teratur sehingga membentuk tempat  yang disebut dengan organisasi.
            Komunikasi memang sudah tidak asing kita dengarkan. Komunikasi memang salah satu hal penting untuk kelangsungan hidup kita, karena komunikasi menghubungkan antara orang satu dengan orang yang lain. Tanpa komunikasi kita pasti sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan komunikasi kita juga dapat melihat karakter orang dari gerak gerik tubuh seseoramg itu saat komunikasi.
            Komunikasi antar pribadi dianggap sebagai salah satu strategi untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif antara organisasi dengan publik. Komunikasi antar pribadi memiliki fungsi untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai individu sehingga dapat memprediksikan respon yang akan timbul. Lalu apa arti komunikasi itu sendiri? komunikasi adalah setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain. Dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan adanya komunikasi organisasi yang mampu mengembangkan sikap anggota untuk merubah pola pikir dan pola perilakunya sehingga sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dari organisasi tersebut.

B. TEORI
Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain

Definisi Komunikasi Oraganisasi
Arni Muhammad (2005) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks.
Zelko dan Dance dalam Arni Muhammad (2005) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling bergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
Pengertian-pengertian komunikasi organisasi itu menunjukkan bahwa dalam
organisasi ada:
a. Komunikasi internal dan eksternal, di mana komunikasi internal menunjuk pada komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri dan komunikasi eksternal yang menunjuk pada komunikasi antara organisasi dengan lingkungan luarnya
b. Dalam komunikasi organisasi itu ada aliran pesan yang mengarah pada tujuan organisasi itu dengan media yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut
c. Komunikasi organisasi akan mempengaruhi perilaku anggota-anggotanya.
Oleh karena itu setiap organisasi tidak dapat meninggalkan komunikasi organisasi, dengan komunikasi organisasi semua elemen dalam organisasi terintegrasi ke dalam di mana integrasi ini akan memperkuat organisasi untuk menjaga keberlangsungan dalam mencapai tujuan. Komunikasi organisasi bukan hanya sekadar alat untuk mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu, komunikasi organisasi merupakan suatu proses yang memunculkan adanya suatu makna yang dipahami secara bersama dan menjadi pola pikir dan pola perilaku yang sama dari anggota organisasi tersebut. Tanpa adanya pemaknaan akan tujuan organisasi, maka tujuan organisasi hanya merupakan slogan yang tidak berarti sama sekali.

Unsur-unsur Komunikasi
Penegasan tentang unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut:
  • Sender : komunikasi yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  • Encoding : penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
  • Message : pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang di sampaikan oleh komunikator.
  • Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
  • Decoding : pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambing yang disampaikan oleh komunikaator kepadanya.
  • Receiver : komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  • Response : tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.
  • Feedback : umpan balik, yakni tanggapan komunikasi apabila tersampaikan atau di sampaikan kepada komunikator.
  • Noise : gangguan tak terencana dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesaaan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang di sampaikan oleh komunikator kepadanya.
Bentuk-bentuk komunikasi yaitu:
1. Komunikasi Formal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam lembaga formal. Komunikasi formal dilakukan dalam lingkup lembaga resmi melalui jalur garis perintah, berdasarkan struktur lembaga oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas lembaga dengan status masing-masing.
Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:
1.1 Downward communication (komunikasi ke bawah)
1.2 Upward communication (komunikasi ke atas)
1.3 Horizontal communication (komunikasi horizontal)
2.   Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak dilakukan secra tidak resmi sebagai petugas berdasarkan jabatan yang dipegang, dipangkat atau dipunyai dalam lembaga tetapi sebagai manusia yang berkerja dalam lembaga.
3.      Komunikasi Verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim
digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara lisan maupun tulisan.
Komunikasi verbal terdiri dari
3.1 Komunikasi satu arah (one way communication) adalah situasi komunikasi di mana pengirim tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui bagaimana penerima telah mendekodifiikasikan pesannya.
3.2 Komunikasi dua arah (two way communication). yaitu komunikasi dimana pengirim cukup leluasa mendapatkan umpan balik tentang carra penerima menangkap pesan yang telah dikirimkannya.
4.   Komunikasi Nonverbal adalah komunikasi yang berupa penyampaian informasi dengan menggunakan isyarat-isyarat atau tanpa penggunaan kata-kata. Pesan nonverbal ini disampaikan melalui gerakan badan, kontak tubuh, postur tubuh, ekspresi wajah, gerakan tangan dan mata serta anggukan atau gelengan kepala
5.  Komunikasi kebawah (Downwards Communication). Bentuk komunikasi kebawah adalah komunikasi yang berbentuk instruksi atau informasi
6.   Komunikasi Ke Atas Komunikasi keatas adalah arus komunikasi dari bawahan ke atasan (pimpinan) yang lebih menekankan segi pertanggungjawaban antara pimpinan dengan bawahan.
7.   Komunikasi Horizontal adalah Komunikasi ini merupakan komunikasi yang terjadi antara dua staf atau pegawai atau dua belah pihak yang mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat.
8.      Komunikasi Diagonal
Yaitu komunikasi antara pimpinan bagian dengan staf dari satu bagian lain
atau antara kepala seksi dengan karyawan dari seksi lain yang ada.
Komunikasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1.      Komunikasi Secara Lisan adalah Komunikasi secara lisan ini dipergunakan komunikasi berhadapan muka atau komunikasi tatap muka (face to face).
2.      Komunikasi Secara Tertulis adalah Komunikasi secara tertulis merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan manajemen, karena kata-kata atau pesan-pesan dari pimpinan dibuat secara tertulis agar otentik, yang dicatat dalam suatu dokumen agar dapat digunakan sebagai bahan pemeriksaan kembali.
Terdapat empat fungsi utama komunikasi menurut Robbins dan Coulter (2007) adalah :
a. Kontrol
Komunikasi bertindak sebagai kontrol perilaku anggota dalam berbagai cara
b. Motivasi
Komunikasi mendorong motivasi dengan menjelaskan pada karyawan apa yang harus diselesaikan, seberapa baik mereka melakukannya, dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika tidak sejajar. Ketika karyawan menetapkan tujuan tertentu, bekerja untuk tujuan itu, dan menerima umpan balik dari perkembangan tujuan itu, maka komunikasi diperlukan.
c. Ekspresi emosional
Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok adalah mekanisme fundamental di mana anggotanya berbagi rasa frustasi dan perasaan puas. Komunikasi memberikan penyaluran perasaan bagi ekspresi emosional dan untuk memenuhi kebutuhan sosial.
d. Informasi
Individu dan kelompok memerlukan informasi untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi. Komunikasi menyediakan informasi tersebut

Peranan Komunikasi dalam Organisasi
Sebuah organisasi akan bubar karena jika tidak ada komunikasi. Coba kita bayangkan jika komunikasi tidak ada dalam organisasi? Para karyawan tidak akan tahu apa yang akan
dikakukannya dan apa yang dikerjakan rekannya. Pemimpin tidak bisa memberikan instruksi dan menerima masukan dari bawahannya. Koordinasi tidak berjalan, kerja sama tidak terjadi, masing-masing orang tidak dapat mengkomunikasikan perasaannya, kebutuhannya, ataupun masalah yang dihadapinya dalam pekerjaan kepada rekannya atau kepada pimpinannya.
Jadi pernanan komunikasi dalam organisasi untuk berinteraksi yang dalam aktivitas yang menghubungkan antar manusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi.


C. KASUS
Kasus 1:
Pada saat upacara, hari senin pembina upacara memberikan pidato kepada semua peserta upacara, dan petugas upacara. Para peserta dan petugas upacara mendengarkan dengan khitmat.
Kasus 2:
            Seorang pasien yang sedang berkonsultasi tentang pemasalahannya ke psikolog. Lalu psikolognya memberikan masukkan atas jalan keluarnya permasalahan pasien tersebut.
Kasus 3:
            Sebuah perusahaan provider sedang mengadakan rapat untuk meningkatkan layanan yang diberikan, lalu salah satu karyawan sedang menyatakan argumennya dalam rapat tersebut untuk meningkatkan layanan provider. Kemudian, manajer menolak argumen yang karyawan tersebut.

D. Analisa

Kasus 1:
berdasakan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang pembina upacara sedang memberikan pidato, itu komunikator lalu komunikannya nya para petugas dan peserta upacara, mereka hanya mendengarkan sang pembina upacaranya saja tidak ada respon yang di berikan ke komunikator.
Kasus 2: 
berdasakan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang pasien nya, itu komunikator lalu komunikannya nya psikolognya, lalu psikolog memberikan jalan keluarnya masalah pasien itu adalah respon atau umpan balik pesan yang diberikan komunikatornya.
Dikarenakan perbedaan komunikasi satu arah dengan dua yaitu:
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa perbedaan komunikasi satu arah dengan komunikasi dua arah yaitu
Komunikasi satu arah:
  • -          Tidak  ada respon komunikan bertidak sebagai pendengar saja
  • -          Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja
Contohnya: komandan yang memberikan perintah ke bawahannya

Komunikasi dua arah:
  • -          Adanya respon secara langsung antara komunikator dengan komunikan
  • -          Komunikasi terjadi antara dua pihak yaitu komunikan dan komunikator

Contohnya: komunikasi antara mahasiswa dengan dosennya

Kasus 3:

Berdasarkan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa sang manajer sedang bekomunikasi dengan bawahannya yang menolak argumen sedang rapat, karena tanoa komunikasi tidak dapat mewujudkan, visi misi organisasi atatu perusahaan. Suatu organisasi dapat berkembang dipengaruhi oleh komunikasi. Setiap organisasi tentu memiliki visi, misi, budaya organisasi, motivasi serta norma-norma yang sangat menentukan terhadap baik tidaknya suatu organisasi tersebut. Dalam kenyataan masalah komunikasi selalu muncul dalam proses pengorganisasian. Semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut akan melakukan komunikasi. Tidak ada organisasi tanpa komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian integral dari organisasi. Komunikasi ibarat sistem yang menghubungkan antar orang, antar bagian dalam organisasi, atau sebagai aliran yang mampu membangkitkan kinerja orang-orang yang terlibat di dalam organisasi tersebut. Contoh lain dari kasus itu ketua osis yang harus berinteraksi kepada bawahnya agar terwujudnya visi misi suatu organisasi tersebut.
E. Referensi

Supratiknya A. (2005). Tinjauan Psikologis Komunikasi antar Pribadi. Yogyakarta: Kasinius
Hardjana, M.A. (2003). Komunikasi Intapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta:Kasinius
Ramadani, S. (2014). Penggunaan Komunikasi Fatis Dalam Pengelolaan Hubungan Di Tempat Kerja.       Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol 5
Gutama, T.A. (2014). Peran Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Sosiologi
Lubis, W.F (2008). Peranan Komunikasi Dalam Organisasi. Jurnal Harmoni Sosial. Vol 2
http://digilib.unila.ac.id/1353/7/BAB%20II.pdf. Diakses pada tanggal 29 September 2016  

Psikologi Manajemen

A. PENDAHULUAN
            Manajemen adalah sebuah proses perencanaan atau pengorganisasian, pengarahan, pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Arti psikologi manajemen itu sendiri merupakan suatu cabang dari ilmu psikologi yang membahas tentang bagaimana cara mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

B. TEORI
Psikologi Manajemen
Manajemen menurut Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan sebagainya dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing),
3.      Pengarahan (Actuating/Directing), dan
4.      Pengawasan (Controlling)

Manfaat psikologi manajemen
1.      Untuk mendapatkan pemecahan bagi masalah-masalah yang penting berkenaan dengan penggunaan tenaga manusia di dalam proses managemen.
2.      Agar dunia managemen mampu menggunakan prosedur-prosedur yang lebih relevan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan.
3.      Mampu mengintervensi SDM dari berbagai faktor, baik internal ataupun ekternal untuk mengolah managemen SDM yang lebih berkualitas didalam perusahaan

C. KASUS
Disiplin Pegawai Makin Rendah
Kedisiplinan pegawai di lingkungan semakin parah. Rendahnya tingkat disiplin pegawai itu bukan hanya karena tidak masuk alias bolos kerja bertahun-tahun. Namun, banyak juga ditemui pegawai yang nongkrong di kedai kopi, atau warung makan pada saat jam kerja. Di kedai-kedai kopi banyak sekali kita temukan, para pegawai yang sedang nongkrong terutama belum jam istirahat banyak yang berbaju dinas nongkrong kedai kopi sampai berjam-jam bahkan ada yang yang dikedai sampai waktu berdekatan waktu jam pulang.

D. Analisis
            Setiap perusahaan pasti berupaya untuk mendapatkan karyawan yang terlibat dalam kegiatan organisasi atau perusahaan dapat memberikan prestasi kerja. Dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Seharusnya organisasi atau perusahaan berupaya untuk me-manage atau mengatur para karyawannya agar disiplin untuk meningkatkan produktivitas tenanga kerja agar karyawan mendapatkan ketrampilan dan memberikan peraturan yang tegas terhadap karyawan-karyawanya. Jika disiplin kerja seorang pegawai rendah, maka produktifitas kerjanya juga akan rendah.dan tujuan organisasi tidaak dapat tercapai secara maksimal. Dengan memulai disiplin dari hal yang kecil dalam kehidupan sehari-hari, maka kita juga akan terbiasa disiplin apabila kita bekerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Apabila tingkat disiplin kerja tinggi, maka produktifitas kerja kita juga akan tinggi, dan akan banyak orang yang menyenangi kita melihat kinerja kita dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

E. Referensi
Leavitt, Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga
http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id Diakses pada tanggal 21 September 2016

Hubungan Interpersonal, Cinta & Perkawinan, Pekerjaan & Luang Waktu

A. Hubungan Interpersonal
    1. Model Pertukaran Sosial & Analisis transaksional
            Teori pertukaran sosial adalah salah satu teori sosial yang mempelajari bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, kemudian seseorang itu menentukan keseimbangan antara pengorbanan dan keuntungan yang didapatkan dari hubungan itu. Setelah seseorang menentukan keseimbangannya, ia akan menentukan jenis hubungan dan kesempatan memperbaiki hubungan atau tidak sama sekali. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain tanpa terasa ada hubungan resiprok didalamnya.
Paling tidak ada 3 hal yang kita pertukarkan:

  1. Ganjaran
  2. Pengorbanan
  3. Keuntungan
Analisis Transaksional (AT)
Analisis Transaksional (AT) adalah salah satu pendekatan Psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. AT dapat dipergunakan untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok. Pendekatan ini menekankan pada aspek perjanjian dan keputusan. Melalui perjanjian ini tujuan dan arah proses terapi dikembangkan sendiri oleh klien, juga dalam proses terapi ini menekankan pentingnya keputusan-keputusan yang diambil oleh klien. Maka proses terapi mengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru, guna kemajuan hidupnya sendiri. AT dikembangkan oleh Eric Berne tahun 1960 yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok Humanisme. Pendekatan analisis transaksional ini berlandaskan teori kepribadian yang berkenaan dengan analisis struktural dan transaksional. Teori ini menyajikan suatu kerangka bagi analisis terhadap tiga kedudukan ego yang terpisah, yaitu : orang tua, orang dewasa, dan anak. Pada dasarnya teori analisis transaksional berasumsi bahwa orang-orang bisa belajar mempercayai dirinya sendiri, berpikir, dan memutusakan untuk dirinya sendiri, dan mengungkapkan perasaan- perasaannya. Dalam mengembangkan pendekatan ini Eric Berne menggunakan berbagai bentuk permainan antara orang tua, orang dewasa dan anak. Dalam eksprerimen yang dilakukan Berne mencoba meneliti dan menjelaskan bagaimana status ego anak, orang dewasa dan orang tua, dalam interaksi satu sama lain, serta bagaimana gejala hubungan interpersonal ini muncul dalam berbagai bidang kehidupan seperti misalnya dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam sekolah, dan sebagainya.
  2. Pembentukan kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam memulai hubungan.
Adapun tahap-tahap dalam hubungan interpersonal yakni meliputi
1.       Pembentukan.
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.

Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:
a)      informasi demografis.
b)     sikap dan pendapat (tentang orang atau objek).
c)      rencana yang akan datang.
d)     kepribadian.
e)      perilaku pada masa lalu.
f)       orang lain serta,
g)     hobi dan minat.

2.       Peneguhan Hubungan.
Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan.
Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:
a. Keakraban (pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan komunikator).
b. Kontrol (kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut).
c. Respon yang tepat (feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat).
d. Nada emosional yang tepat (keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung).
            Faktor-faktor yang mempengaruhinya
1.  Karakter Pribadi
Daya tarik seseorang bagi orang lain, pada dasarnya dapat kita bagi menjadi dua hal : yang bersifat fisik (wajah, rambut, tubuh) dan yang bersifat non fisik (kepribadian, intelegensi, minat dan hobby), para ahli mengidentifikasikan beberapa karakter umum yang mempengaruhi rasa suka seseorang kepada orang lain yaitu ketulusan,  kehangatan personal,  kompetensi, dan daya tarik fisik.
2. Kesamaan
Kita cenderung menyukai orang yang sama dengan kita dalam sikap, nilai, minat, hoby, latar belakang, dan kepribadian. Menurut Sears dkk., (1992) dalam hal berpacaran dan pernikahan, kecenderungan untuk memilih pasangan yang mempunyai kesamaan disebut sebagai “prinsip kesesuaian” (match principle).

3. Keakraban
Menurut Atkinson dkk. (1993) salah satu alasan bahwa kedekatan dapat menimbulkan rasa senang pada seseorang adalah bahwa kedekatan dapat mningkatkan keakraban. Fenomena ini oleh Sears dkk. (1992) dapat dijelaskan dengan apa yang disebut sebagai efek eksposur belaka. Efek ini merupakan suatu fenomena dimana keseringan berhadapan dengan seseorang dapat meningkatkan rasa suka kita terhadap orang lain.

3. Model peran, Konflik & Adequacy peran serta autentisitas dalam hubungan peran
Model peran :
Menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan peranannya. Model peran juga dapat membantu menciptakan antusiame untuk kegiatan yang membutuhkan kecerdasan tertentu. Interaksi dengan orang-orang yang memiliki peran berdasarkan kelebihan dalam satu kecerdasan, mendengarkan kisah, dan pengalaman dapat memperluas wawasan.

Adequacy Peran dan Autentisitas Dalam Hubungan Peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi (ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
Konflik peran :
ketidakserasian antara hak dan kewajiban, konflik peran muncul ketika seseorang menerima pesan yang tidak sama atau berbeda pendapat yang berkenaan dengan perilaku peran yang sesuai, konflik peran mungkin merupakan stressor bagi individu
 4. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak. Orang-orang tertentu menjadi sangat dekat dengan kita, dibandingkan orang lain. Adapun bentuk intim terdiri dari persaudaraan, persahabatan, dan percintaan. Lebih jauh mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut daoat dijelaskan pada bagian berikut :
·         Persaudaraan
Hubungan intik ini didasarkan pada hubungan darah. Hunungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti ssperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu didlamnya terkandung proximitas dan keakraban.
·         Persahabatan
Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.
·         Percintaan
Persabatan antar pria dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.

B. Cinta dan Perkawinan
Contoh kasus perkawinan yang sehat
Budi iswanto dan Mardini di Desa Sidoarum Kecamatan Godaean Sleman, DIY di dalam keluaraganya menerima dan melakukan komunikasi terbuka atau pengungkapan perasaan dengan pasangan secara sopan, dan apa adanya, pada keluarga ini memiliki situasi dan kondisi keluarga yang di dalamnya tercipta kehidupan beragama, saling menghargai, pengertian, terbuka, dan saling menjaga satu sama lain serta adanya saling percaya. Karena dalam hidup berumah tangga tidak bisa lepas dari komunikasi sehingga komunikasi terbuka menjadi salah satu usaha untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan harmonis.
            Berdasarkan kasus diatas bahwa dalam mebentuk perkawinan yang sehat harus mempunyai komunikasi terbuka antara pasangannya dan memiliki kepercyaan antara pasangannya. Dalam perkawinan sehat harus terdapat cinta, jika tidak cinta satu sama lain maka dalam berumah tangga tidak akan bertahan lama. Lalu seiman, jika dalam perkawinan harus seiman karena, merupakan salah satu kunci kebahagian rumah tangga Cinta saja tentu belum cukup untuk menciptakan perkawinan yang bahagia. Prinsip memilih suami yang seiman juga merupakan salah satu kunci dalam mencapai kebahagiaan rumah tangga. Memang, banyak pula pasangan suami-istri beda agama yang juga bisa bahagia menjalani perkawinannya. Namun, sebaiknya jangan anggap enteng soal satu ini. Bisa-bisa, Anda dan suami akhirnya jalan sendiri-sendiri, sesuai iman masing-masing. Belum lagi kehadiran anak. Persoalan agama apa yang akan dianut anak seringkali juga memicu perdebatan yang panjang. Lalu saling percaya Tanpa rasa saling percaya antara pasangan suami-istri, perkawinan tentu tak akan berjalan mulus. Rasa saling percaya akan mengantarkan Anda pada perasaan aman dan nyaman. Kuncinya, jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan suami Anda. Istri tak perlu mencurigai suami, dan sebaliknya, suami juga tak perlu mencurigai. Kemudian Ekonomi, Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, tak bisa dipungkiri bahwa faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak didukung oleh topangan ekonomi yang memadai. Mengatur ekonomi secara benar juga akan memberikan perasaan aman dan bahagia. istri. Membangun rasa saling percaya juga merupakan perwujudan cinta yang dewasa. Selanjutnya, Menjaga romantisme, terkadang, pasangan suami-istri yang sudah cukup lama membangun mahligai rumah tangga tak lagi peduli pada soal yang satu ini. Tak ada kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun seperti barang mahal. Padahal, menjaga romantisme dibutuhkan oleh pasangan suami-istri sampai kapan pun, tak cuma ketika mereka berpacaran. Sekedar memberikan bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup Anda. Dan terakhir Komunikasi, Komunikasi juga merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Hilangnya komunikasi berarti hilang pula salah satu pilar rumah tanga. Bagaimana mungkin hubungan Anda dengan suami akan mulus jika menyapa pun Anda enggan. Jika rumah tangga adalah sebuah mobil, maka komunikasi adalah rodanya. Tanpanya, tak mungkin rasanya rumah tangga berjalan.
Peran Cinta terhadap kesehatan mental
Perkawinan yang sehat dan Bagaimana Peran Cinta terhadap Kesehatan Mental Perkawinan biasanya dimensi cinta yang dihasilakn dari cinta yang berdimensi komitmen atau keputusan. Pasangan memiliki hasrat untuk membagi dirinya dalam hubungan yang berlanjut dan hangat. Perkawinan adalah sebuah komitmen serius antar pasangan dan biasanya dengan mengadakan pesta pernikahan, berarti secara sosial diakui bahwa saat itu pasangan suami istri (Duvall san Miller, 1985) menjelaskan bahwa perkawinan adalah hubungan pria dan wanita yang diakui secara social, yang ditunjukkan untuk meegalkan hubungan seksua, mengintimasi memebesarkan anak, dan membangun pembagian peran di antara sesame pasangan. Faktor-faktor yang mendukung kepuasan perkawinan dalam peran cinta adalah adanya komunikasi yang terbuka, ekspresi perasaan secara terbuka, saling percaya, tidak adanya dominasi pasangan, hubungan seksual yang memuaskan, kehidupan sosial, tempat tinggal, penghasilan cukup, anak, keyakinan beragama dan hubungan mertua/ipar (Latifah, 2005).
Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah,  kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Baron dan byrne (2004) mendefinisikan cinta sebagai sebuah kombinasi emosi,kognisi,dan perilaku yang ada dalam sebuah hubungan intim. Cinta merupakan kekuatan yang mampu menarik dua orang dalam satu ikatan yang tidak terpisahkan, yang dinamakan perkawinan.
Pada masa pacaran dan di awal perkawinan, biasanya yang dominan adalah passionate love yang menggebu-gebu dan diwarnai oleh sikap posesif terhadap pasangan, sedangkan companiate love berkembang secara perlahan-lahan dan ada pada perkawinan yang bahagia dimana masing-masing pihak merasa pasangannya adalah teman yang sangat dibutuhkan keberadaannya, baik secara fisik maupun secara psikologis, untuk saling mengisi dalam kehidupan bersama.

C. Pekerjaan & Waktu Luang
1. Menceritkan Karakteristik pribadi diri sendiri dan Karakteristik pekerjaan dalam memilih pekerjaan yang cocok untuk diri sendiri.

Karakteristik Pribadi Diri Sendiri Saya orang yang kadang mudah terpengaruh oleh teman sepergaulan saya dari sisi positif yang memengaruhi saya tegantung dengan siapa saya bergaul dan bagaimana teman sepergaulan saya. Kadang saya merasa tidak percaya diri pada diri saya sendiri, saya mudah tersinggung, dan saya orangnya moodian saya akan mengerjakan tugas sesuai mood saya, jika mood saya hilang saya meberhentikan tugas yang saya kerjakan.
Karakteristik pekerjaan dalam memilih pekerjaan yang cocok untuk diri sendiri sepertinya saya lebih cocok kepekerjaan lebih ke arah sastra, dan mejadi guru sastra karena sifat saya yang kurang percaya diri dengan mejadi guru sastra saya bisa membangun rasa percaya diri saya, sesuai apa yang saya suka.

2. Menceritakan bagaimana diri sendiri menggunakan waktu luang secara positif.
Biasaya saya menggunakan waktu luang saya dengan berjalan-jalan berkumpul dengan teman-teman saya atau mendengarkan musik. Karena merasa sudah penat dengan semua tugas yang banyak dalam perkuliahan saya, saya rasa perlu untuk melakukan refreshing dengan berkumpul dengan teman-teman saya dan mendengarkan musik daoat menghilangkan rasa stress dan pikiran saya dari banyaknya tugas yang saya kerjakan.


Referensi :
Hall, S Clvin., Lindzey, Gardner. (2009). Teori-teori psikodinamika, Yogyakarta:kanisius
Rakhmat. Jalaluddin,  (1998). Psikologi Komunikasi, Edisi 12, PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Komalasari, Gantina. Wahyuni, Eka. Karsih. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT indeks.

Studentsite

eLearning

v-Class

Translate

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

Followers

Gunadarma University

THANK YOU FOR VISITING

Search This Blog